Jenis dan Macam Surat Sertifikat Kepemilikan Rumah dan Tanah untuk Digunakan Transaksi

Jenis dan Macam Surat Sertifikat Kepemilikan Rumah dan Tanah untuk Digunakan Transaksi

Jenis dan Macam Surat Sertifikat Kepemilikan Rumah dan Tanah untuk Digunakan Transaksi – Mungkin anda sering mendengar tentang jual-beli tanah atau bahkan anda pernah melakukan transaksi dibidang tanah ataupun bangunan, namun proses transaksi terkesan rumit dan menyulitkan apalagi dikarenakan surat-surat yang bersangkutan. Sebenarnya proses transaksi tidak serumit itu apabila persyaratan yang anda miliki telah lengkap. Bagi anda yang ingin melakukan transaksi jual beli tanah ataupun rumah, anda harus mengerti tentang status kepemilikan rumah yang akan anda transaksikan. Karena memang jenis surat atau sertifikat kepemilikan rumah memiliki banyak jenisnya.

Jenis dan Macam Surat Sertifikat Kepemilikan Rumah dan Tanah untuk Digunakan Transaksi

Jenis dan Macam Surat Sertifikat Kepemilikan Rumah dan Tanah untuk Digunakan Transaksi

Biasanya sertifikat atau status kepemilikan bangunan baik rumah, ruko, tanah ataupun yang lain ini pasti akan ditanyakan saat anda melakukan transaksi jual beli. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa surat yang menjadi penjamin sudah lengkap atau belum. Apabila surat yang dibutuhkan dalam transaksi sudang lengkap maka transaksi yang akan anda lakukan bisa berjalan dengan lancar.
Berikut ada berbagai Jenis dan Macam Surat Sertifikat Kepemilikan Rumah dan Tanah untuk Digunakan Transaksi yang sudah dewa-surat.com rangkumkan untuk anda. Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat untuk anda dan memberikan tambahan wawasan untuk anda.

Jenis dan Macam Surat Sertifikat Kepemilikan Rumah dan Tanah untuk Digunakan Transaksi

1. Akta Jual beli (AJB)
Akta jual beli atau yang biasanya disingkat dengan AJB pasti ditanyakan dan diurus dalam proses jual beli tanah ataupun bangunan. Namun harus anda ketahui bahwa akta jual beli atau AJB bukanlah merupakan sertifikat kepemilikan bangunan atau tanah. Akta jual beli hanya merupakan bukti resmi secara hukum bahwa telah terjadi transaksi jual beli antara dua belah pihak atau lebih. Biasanya transaksi jual beli yang melibatkan lebih dari dua pihak akan mencantumkan bagian yang didapatkan oleh masing-masing pihak yang tercantum dalam akta jual beli. Karena sifatnya yang legal dan sah secara hukum, Akta jual beli ini harus anda urus dan disahkan oleh notaris. Pembuatan AJB juga memiliki persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya harus ada calon penjual dan pembeli baik dikuasakan atau pihak yang bersangkutan langsung, saksi minimal dua orang sebagai bukti adanya transaksi jual beli, pejabat pembuat akta tanah harus menjelaskan secara jelas dihadapan seluruh pihak yang ada dalam transaksi, AJB harus ditanda tangani oleh pejabat PPAT, saksi dan tentu saja pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli dan yang terakhir AJB akan dibuat rangkap dua untuk disimpan dikantor PPAT dan kantor BPN, sedangkan penjual dan pembeli akan mendapatkan salinan akta.

2. Girik
Girik sebenarnya juga bukan termasuk salah satu jenis sertifikat kepemilikan rumah, bangunan ataupun tanah. Girik merupakan bukti surat pembayaran pajak atas suatu bangunan dan lahan. Nama lain dari girik adalah SPPT atau Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang, surat ini diberikan oleh pihak kelurahan dimana domisili tanah yang akan dijadikan transaksi tersebut, jadi anda bisa mengambilnya di kelurahan atau RW dan RT yang bersangkutan. Girik atau SPPT ini biasanya terbit setiap awal tahun dan harus dibayar maksimal pertengahan tahun. Apabila anda telat melakukan pembayaran SPPT-PBB biasanya akan ada denda dan denda tersebut akan terus bertambah karena jumlah denda pembayaran SPPT PBB akan ditambahkan setiap tahun. Jadi apabila anda ingin membeli sebuah bangunan ataupun tanah, pastikan dulu pengurusan pajaknya sudah beres apa belum agar anda tidak dirugikan dengan tunggakan pembayaran pajak setelah tanah atau bangunan resmi anda miliki.

3. Sertifikat Hak Milik (SHM)
Sertifikat Hak Milik atau SHM adalah merupakan salah satu jenis sertifikat tanah yang menempatkan pemilik sebagai pemegang mutlak atas sebuah tanah ataupun bangunan pada kawasan yang tercantum. Dalam Sertifikat Hak Milik atau SHM atau yang sering disebut dengan sertifikat tanah, pemilik bangunan atau tanah dapat menggunakannya sebagai bukti tercantum atau kepemilikan sah secara hukum. SHM atau sertifikat hak milik ini sendiri merupakan sertifikat yang penting dan harus ada dalam transaksi jual beli tanah ataupun bangunan. Proses untuk mendapatkan sertifikat hak milik dapat diurus melalui notaris atau PPAT untuk diuruskan ke BPN atau Badan Pertanahan Nasional karena memang notaris lebih mengerti tentang alur kepengurusan sertifikat tanah.

Baca Juga :

4. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
Sertifikat Hak Guna Bangunan atau SHGB yang menjelaskan bahwa pemegang atau nama yang tercantum dalam SHGB hanya dapat memanfaatkan lahan yang tercantum baik untuk keperluan pendirian sebuah bangunan ataupun keperluan lain sesuai yang dibutuhkan, sedangkan kepemilikan lahannya dimiliki oleh negara. Ada batas waktu yang disepakati dalam SHGB biasanya bisa diperpanjang untuk kurun waktu 20 tahun. Setelah melewati jangka waktu, pemegang sertifikat harus melakukan perpanjangan apabila masih ingin menggunakan lahan atau tanah tersebut.

5. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Izin mendirikan Bangunan atau IMB dibutuhkan untuk pengajuan kredit bank karena bank akan menggunakannya sebagai jaminan hutang sebelum dibangun sebuah bangunan. Biasanya bangunan yang membutuhkan IMB adalah bangunan yang berdiri untuk tujuan komersil contohnya ruko, perkantoran, hotel atau bangunan komersil lainnya. Izin mendirikan Bangunan atau IMB diatur dalam Undang-undang nomor 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung yang menjelaskan bahwa untuk mendirikan bangunan atau gedung diwajibkan memiliki IMB. Dalam IMB dicantumkan secara detail tentang bangunan yang bersangkutan, seperti jumlah lantai dan tipe bangunan, semakin mewah suatu bangunan, maka akan semakin banyak pula perhitungan yang tertulis dalam IMB tersebut.

Demikian ulasan tentang Jenis dan Macam Surat Sertifikat Kepemilikan Rumah dan Tanah untuk Digunakan Transaksi, semoga dapat menambah pengetahuan anda tentang pertanahan dan bangunan di Indonesia. Terimakasih telah mengunjungu Dewa-surat.com semoga bermanfaat.

Pencarian Paling Populer :

/* */