Surat Cinta “Indah dan Damai Merindukanmu”

Surat Cinta Merindukanmu. Siapa yang belum pernah jatuh cinta? Ah sudahlah. Tentunya semua akan dan pasti pernah jatuh cinta. Namun dari semua kesamaan tentang jauh cinta, tentunya setiap orang memiliki cara yang berbeda satu sama lain untuk mengekspresikan rasa cintanya kepada seseorang. Yang tentunya lawan jenis ya…

Contoh Surat Pengunduran Diri

Dulu, yang sempat popular dalam mengekspresikan rasa cinta, salah satunya adalah dengan mengirimkan sebuah surat cinta. Biasa dibarengi juga dengan sebungkus coklat atau kue. Namun cara ini sudah semakin tidak diminati, sejak sudah mulainya peradaban baru seperti media social dan chatting. Yang jujur saja, semakin memudahkan orang untuk berkomunikasi walau pada jarak yang sangat jauh. Tapi tunggu dulu gan,,, karena hari ini kita bicara tentang cinta dan tentunya surat cinta, maka yang menjadi poin penting disini adalah Isi surat yang menggambarkan perasaan seseorang. Percaya atau tidak, bahkan dengan mengirim surat cinta dengan menggunakan kertas yang memiliki pernak-pernik seperti bunga atau semacamnya masih ampuh loh…. Kalau enggak percaya silakan aja gan, pakek contoh surat cinta di bawah ini lalu kirim ke gebatan atau pacar… nanti lihat hasilnya…

Well,,, silakan membaca…

SURAT CINTAIndah dan Damai MERINDUMU
Dear …  keindahan semesta di sana
Saat pagi menjelang, deburan jeritan malam sirna bersama datangnya mentari. Aroma basah embun pagi menyiratkan sebuah makna, dahagaku telah hilang bersama kesunyian malam. Waktu terus berjalan, embun pagiku akan segera sirna, datanglah sang mentari mengusir segala kelembutan dan kesahajaan pagi. Kehangatan perlahan berubah menjadi terik, tak lama terik pun akan berubah menjadi remang kemayu sore hari. Dan remang kemayu itu pun akan kembali membawaku pada gelapnya malam,,,, bersamaan dengan itu, sinar bintang, patah-patah melihatku layaknya diberondong rasa ragu… bersinar kecil, kadang terlihat kadang tidak…. Nebula membungkusnya dengan gerakan halus dan anggunya….
Sayang…. Perlahan dan sangat pasti, siklus perubahan gelap menjadi terang, begitu juga terang menjadi gelap, membawaku pada memori-memori lama. Dulu ketika aku belum mengenal mahluk indah milik semesta seperti dirimu, waktu yang sekarang aku maknai sebagai perjalanan pergantian gelap dan terang, aku maknai sebagai suatu perjalanan yang biasa tanpa makna. Waktu berjalan begitu saja. Tanpa terpikirkan sama sekali olehku, apakah perhitungan waktu juga menunjukan kapan penantinaku akan berakhir
Dimensi-dimensi yang ada, tak terhitung jumlahnya. Aku disini, di dimensi yang sekarang mungkin akan sangat berbeda dengan dimensi yang sekarang kau lalui dan tinggali. Dimensiku yang kaya akan perhitungan waktu, kaya akan perhitungan pergantian gelap menuju terang, memaksaku takluk dan tunduk. Keindahan malam membawaku terbang jauh ke alam lain. Alam yang terbentang jauh ke depan tanpa ujung, dan menjulang tinggi tanpa atap. Kedamaian pagi membawaku, melemparkan ke alam yang ramai akan kicauan burung, yang basah akan sentuhan embun. Yang kulihat pada pagi hari sungguh berbeda dari apa yang kulihat pada malam hari. Di pagi hari yang Nampak jarak yang dekat, dan dekapan langit terasa begitu hangat….
Jika kau adalah malam hariku, kau telah membawaku pada situasi betapa indahnya merindumu. Membawaku ke alam lain, menunjukan sisi lain diriku, bahwa betapa gelapnya diriku tanpamu.
Jika kau adalah pagi hariku, kau telah membawaku pada situasi betapa damainya merindumu. Membawaku ke alam lain, menunjukan diriku yang dahaga akan kehadiranmu, sebentar sirna dengan hadirnya kedamaian dan kekayaan pagi hari.
Sayang… siklus itu sangat indah dan damai bagiku…. Aku bahagia karena tahu, betapa indah dan damainya nanti jika kau bersamaku… melihat dan melewati siklus yang pernah menggambarkan hati dan perasaanku…
Aku merindukanmu seperti aku merindukan pagi…. Dan saat pagi datang, aku mau kau datang lagi dan tetap tinggal ketika nanti gelap datang, dan bukanya pergi dalam kesunyian…
Aku merindukanmu sayang….

Orang yang merindumu dalam gelap dan terang

Pencarian Paling Populer :

/* */